Selasa, 18 November 2014

proxy war

0 komentar

Peran Pemuda Dalam Menghadapi Proxy War
Oleh: Jendral TNI Gatot Nurmantyo

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang  besar serta mempunyai latar belakang sejarah yang panjang, dari zaman perjuangan zaman kemerdekaan 17 agustus 1945, berjalannya waktu populasi semakin bertambah pesat dengan tidak diimbangi ketersediaan pangan , air bersih dan energi yang banyak menimbulkan konflik – konflik baru dan tempat konflik terebut akan mengarah pada  lokasi sumber pangan dan energi. Indonesia  adalah Negara ekuator yang memiliki potensi vegetasi sepanjang  tahun yang akan menjadi arena persaingan kepentngan nasional oleh karena itu perlu antisipasi  untuk menjaga keutuhan NKRI. Generasi pemuda  sebagai tuang punggung bangsa harus menyadari macam macam tantangan dan ancaman  sebagai upaya untuk menjaga keselamatan bangsa dan Negara.
Dalam hal ini  jendral TNI Gatot Nurmantyo memandang bahwa energi sebagai latar belakang konflik  banyak sekali contoh  konflik yang dilator belakangi energi seperti invasi irak ke Kuwait yang dilator belakangi masalah minyak bumi,  konflik di sudan dan Nigeria juga seperti itu. Di dunia pertumbungan sangat pesat  tiap 6 tahun  mencapai 8 miliar  dan melihat suku cadangan minyak dunia yang akan habis 52 tahun lagi dan sisa cadangan Indonesia yang akan habis 10 tahun lagi sampai tahun 2023  mengingat bahan bakar fosil yang tidak terbarukan tapi tergantikan  pada tahun 2035nkomsumsi energi naik 41 % dari jumah konsumsi saat ini  oleh karena itu energi akan habis pada tahun 2047 dengan asumsi penduduk dunia pada tahun 2014  yang mencapai 13 miliar yang mana +/- 10 miliar jiwa tinggal di daerah  non equator yang tidak bisa ber cocok tanam sepanjang tahun, perang perebutan energi tak terelakkan  dan itulah wujud perang di masa depan. Wilayah ekuator merupakan tempat sumber energi , pangan dan air sekaligus lokasi konflik adapun wilayah ekuator tersebut adalah  Negara Negara disekitar garis katulistiwa seperti Indonesia,amerika latin , afrika dll,
Indonesia adalah salah satu Negara terletak di daerah ekuator yang memiliki potensi energi yang sangat besar dan melimpah mengingat jumlah penduduk yang sangat besar pula. Indonesia juga merupakan Negara yang akan menjadi Negara produsen biofuel terbesar didunia.  Banyak Negara Negara yang melirik Indonesia oleh karena itu Indonesia di desain oleh Negara Negara asing untuk tidak boleh maju dan dijadikan pasar hasil komoditi
 para penemu ilmiah sebenarnya sudah menermukan energi baru yang dapat diciptakan yaitu energi yang berasal dari tumbuhan yang dikekal dengan istilah bio energi. Hal ini juga senada dengan teori Malthus yang mengatakan “jumlah penduduk  menuingkat seperti deret  ukur, sedangkan ketersediaan makanan meningkat seperti deret hitung”.  Sebelum dunia menuju titik kritis  perlunya pemanfaatan perlunya pemanfaatan bio energi sebagai penggerak kegiatan manusia.
Indonesia adalah Negara yang kaya akan beribu pulau dan lautannya danjuga alam hayati dan non hayatinya kita harus sadar bahwa kita akan dijadikan pusat konflik dunia oleh karena itu kita harus kuat dan harus berani berjuang mempertahannkan keutuhan bangsa dan Negara dari berbagai sector.
Berbicara kondisi ndonesia dan disekitar asia tenggara bisa dibilang kritis dari pertumbuhan ekonomi dan masalah gejolak politik yang telah terjadi, ini adalah kondisi yang sulit sebelum menginjak kearah selanjutnya marilah kita mengingat sejarah indnesia dulu
Di Indonesia zaman dahuluada 2 kerajaan yang dapat menyatukan Indonesia yang dulunya masih bernama nusantara yaitu kerajaan Sriwijaya dan majapahit yang membawa Indonesia menjadi bangsa besar dengan menguasai wiayah wilayah dari sabang sampai merauke bahkan sampai thailan dll. Namun kerajaan ini  runtuh, bukan Karen invasi asing namun perebutan kekuasaan yang berakibat pada pelemahan. Dan juga cerita tentang perjuangan pemuda zaman dulu, yang dapat disimpulkan perjuanagn yang bersifat kelompok  tidak akan mampu membawa bangsa Indonesia mencapai tujuan namun  ita harus menyatukan seluruh seluruh energi dan keunggulan- keunggulan yang kita miliki  untuk membesarkan bangsa Indonesia, kita harus bersatu dan kita harus menjadi bangsa yang hebat.
Sifat perang saat ini bergeser, adanya tuntutan kepentingan kelompok  telah menciptakan  jenis perang baru anatara alain,
1.      Perang asimetris adalah perang anatara belligerent/ pihak pihak berperang yang kekuatan militernya sangat berbeda
2.      Perang hibrida/ kombinasimerupakan perang yang menggabungkan teknik perang konvensional.
3.      Perang Proxy/ proxy war adalah sebuah konfrontasi antara dua kekuatan besar dengan menggunahkan pemain penggantiuntuk menghindari konfrontasi secara langsungdengan alas an mengurangi resiko konflik langsung yang berakibat fatal. Adapun contoh dan indikasi proxy war di Indonesia adalah:
a)      Gerakan sparatis
b)      Demostrasi
c)      System regulasi yang merugikan
d)      Peredaran narkoba
e)      Bentrok antar kelompok
Generasi pemuda Indonesia adalah generasi baru yang cepat atau lambat akan menggantikan generasi sebelumnya terjadi secara alamiah  penulis meletakkan harapan kepada para mahasiswa untuk menjadi  warior- warior dalam proxy war sekaligus menjadi pengawal bangsa ini dengan bertindak sebagai agen perubahan. Mahasiswa sebagai agent perubahan , menuntun bangsa ini kearah yang lebih baik .
Aksi pemuda untuk menangkal Proxy War
a)      Identifikasi dan kenali masalah
b)      Ahli sesuai bidang masing masing
c)      Gerakan pemuda berbasis wirausaha
d)      Mengadakan komunitas belajar
e)      Program pembangunan kharakter

Kesimpulan secara sederhana adalah back to basic mengerti bahwa cinta  dan peduli  kepentingan Negara harus menjadi kepentingan utama, ketahuilah Negara kaya akan membuat rakyatnya sejahtera, kita harus sadar dan bangga  bahwa indonesia merupakan negeri patriot sebuah Negara yang mempunyai kekayaan alam yang melimpah dalam  perjalana panjang hari ini dan esok kelak  kita akan menghadapi konflik yang bermcam macam salah satunya adalah proxy war, oleh karena itulah mahasiswa sebagaiagen perubahan diharapkan dapat membawa perubahan untuk dapat melawan dan menghancurkan proxy war di Indonesia.

Senin, 17 November 2014

positive youth development

0 komentar
download  PDFnya di sini
Sejarah dan Tujuan
Tujuan dari buku panduan ini adalah untuk menyediakan para pengguna sumber yang baik dan alat untuk anggota masyarakat dan para profesional yang ingin mempromosikan pengembangan remaja yang positif di komunitas mereka. Bahan dapat digunakan untuk mendidik kelompok masyarakat dan penyedia layanan tentang pengembangan remaja yang  positif dengan tujuan akhir untuk memfasilitasi perubahan organisasi dan komunitas. Panduan ini meliputi kegiatan pelatihan, handout, presentasi singkat power point dan referensi ke sumber informasi lainnya.
Dorongan untuk membangun panduan ini berasal dari pembelajaran ACT untuk pemuda, inisiatif Negara bagian, ditemukan oleh dinas kesehatan NYS. Untuk mempromosikan pembangunan pemuda melalui komunitas. Banyak praktisis telah belajar tentang pembangunan pemuda melalui pelatihan, membaca pengumuman dan pengaksesan angka pertumbuhan pembangunan pemuda melalui web. Pada tahap pertama, Peningkatan ilmu pengetahuan mengenai pembangunan pemuda sangat penting. Tapi dalam rangka untuk mendidik dan terlibat kelompok local lainnya dan organisasi, mereka membutuhkan pendidikan yang konkrit dan bahan-bahan tersebut diambil dari abstrak dan konsep umum dari pembangunan pemuda dan menempatkannya kedalam pengguna dan praktikan. Isi dari panduan ini adalah berdasarkan 5 tahun bekerja secara teliti dengan berbagai komunitas dan ulasan dari penelitian dan pelatihan sumberdaya dalam bidang pembangungan pemuda yang sedang diberjalan.

Struktur
Panduan ini dibagi menjadi 6 bagian yang masing-masing memiliki tema dan termasuk beberapa kegiatan dengan petunjuk, overhead (slide), handout dan tips fasilitasi. selain itu, ada bagian untuk sumber daya dan referensi dan lampiran tenaga. semua overhead yang melekat sebagai slide power point. Setiap slide dikonversi ke overhead jika diinginkan. Sumber daya tambahan terdaftar dengan link web langsung






Cara Menggunakan Manual
Anda dapat memilih dan menggabungkan kegiatan sesuai dengan audiens Anda dan tujuan pendidikan. Ini bukan kurikulum standar yang mengamanatkan urutan tertentu kegiatan. Manual dipandang sebagai sumber daya yang sengaja diciptakan untuk menjadi fleksibel dan disesuaikan tergantung pada tujuan Anda dan tertarik. Rekomendasi yang diberikan dimaksudkan sebagai saran berdasarkan pengalaman pelatihan yang sebenarnya.
Kami telah mencoba untuk tidak menduplikasi materi pelatihan yang ada, dan telah terdaftar sumber lain yang tersedia (melalui referensi atau link web).

Rencana Masa Depan
Ringkasan membaca pengembangan remaja positif sedang dalam pengembangan. Menggunakan manfaat teknologi web, update tahunan dengan kegiatan baru, referensi dan handout yang direncanakan

Analisis

Dalam pengantar buku ini dijelaskan sekilas tentang buku ini. Pengantar ini mengiring pembaca untuk melihat pendekatan baru yang dinamakan pengembangan remaja positif. Buku ini disesuaikan dengan perkembangan zaman yang ada dengan memanfaatkan teknologi web sehingga informasi terupadate dengan baik. Konsep dalam buku ini diharapkan berperan penting dalam  perubahan dalam suatu komunitas atau organisasi. Buku ini dapat digunakan secara fleksibel sesuai dengan tujuan dan sasaran komunitas yang dipilih untuk melakukan pengembangan remaja positif. Inti dari buku ini adalah membahas pembangunan pemuda positif melalui komunitas.

Sabtu, 15 November 2014

10 THE GIANT PROBLEM

0 komentar
CONTOH MASALAH-MASALAH SOSIAL YANG ADA DALAM MASYARAKAT
1.       Masalah-masalah Kependudukan

Masyarakat yang tinggal atau mendiami suatu wilayah tertentu disebut penduduk. Jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah menentukan padat tidaknya di wilayah tersebut. Kita akan membahas beberapa masalah kependudukan yang terjadi di negara kita. Masalahmasalah kependudukan yang terjadi di Indonesia antara lain persebaran penduduk yang tidak merata, jumlah penduduk yang begitu besar, pertumbuhan penduduk yang tinggi, rendahnya kualitas penduduk, rendahnya pendapatan per kapita, tingginya tingkat ketergantungan, dan kepadatan penduduk.
  •   Persebaran penduduk yang tidak merata
Wilayah negara kita sangat luas. Penduduk yang tinggal di wilayah negara kita tidak merata. Ada daerah yang sangat padat, namun ada juga daerah yang sangat jarang penduduknya. Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sangat padat. Menurut sensus tahun 2000, setiap satu kilometer persegi didiami lebih dari dua belas ribu orang. Ini sangat berbeda dengan Provinsi Kalimantan Barat. Di sana hanya ada 27 orang yang mendiami wilayah seluas satu kilometer persegi.
  •   Jumlah penduduk yang begitu besar
Jumlah penduduk Indonesia sangat banyak. Indonesia menduduki urutan keempat negara terbanyak jumlah penduduk setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 adalah 205,8 juta jiwa.
  •   Pertumbuhan penduduk yang tinggi
Jumlah penduduk Indonesia sudah sangat banyak. Jumlah ini akan terus bertambah karena pertumbuhan jumlah penduduk juga tinggi. Hal ini disebabkan oleh angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian.
  •   Kualitas penduduk rendah
Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Ini mempengaruhi kualitas atau mutu penduduk Indonesia. Masyarakat Indonesia kurang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bekerja. Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan yang bagus.
  •   Rendahnya pendapatan per kapita
Pendapatan per kapita artinya rata-rata pendapatan penduduk setiap tahun. Pendapatan per kapita penduduk Indonesia masih rendah. Remdahnya pendapatan per kapita rendah berkaitan erat dengan banyaknya masyarakat miskin.
  •   Tingginya tingkat ketergantungan
Penduduk yang tidak tidak bekerja disebut penduduk yang tidak produktif. Biasanya penduduk yang tidak bekerja adalah yang telah berusia lanjut atau masih anak-anak dan remaja. Mereka ini disebut usia nonproduktif. Penduduk nonproduktif menggantungkan hidupnya pada penduduk produktif (bekerja). Karena usia nonproduktif tinggi, maka tingkat ketergantungan di Indonesia cukup tinggi.
  •   Kepadatan penduduk
Beberapa kota besar di Indonesia sangat padat. Tingginya kepadatan penduduk menyebabkan masalah-masalah sosial seperti pengangguran, kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya tindak kejahatan, pemukiman kumuh, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, dan sebagainya. 


Pemerintah terus berupaya mengatasi masalah-masalah kependudukan di atas. Upaya yang sudah dijalankan pemerintah antara lain sebagai berikut.
1. Menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana.
2. Melaksanakan program transmigrasi.
3. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
4. Membuka lapangan kerja sebanyak mungkin, dan sebagainya.


2.       Tindak kejahatan

Contoh tindak kejahatan adalah pencurian, perampokan, penjambretan, pencopetan, pemalakan, korupsi, pembunuhan, dan penculikan. Banyaknya tindak kejahatan menciptakan rasa tidak aman. Perampokan dan penodongan menggunakan senjata api sering terjadi di kota besar. Di desa pun sering terjadi pencurian. Misalnya, ada yang mencuri ternak, hasil pertanian, hasil hutan, dan sebagainya. 

Tindak kejahatan pencurian dan perampokan sering disebakan oleh masalah kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus berusaha keras untuk menciptakan lapangan kerja. Selain itu, kualitas dan pemerataan pendidikan harus ditingkat-kan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian warga. Sementara itu, aparat keamanan, terutama polisi harus mampu memberantas tindak kejahatan. Masyarakat diharapkan membantu polisi.




3.       Masalah sampah

Salah satu masalah sosial yang dihadapi masyarakat adalah sampah. Masalah sampah sangat mengganggu, terutama kalau tidak dikelolah dengan baik. Bagaimana dengan pengelolaan sampah di lingkunganmu? Bagi masyarakat pedesaan, sampah mungkin belum menjadi masalah serius. Tapi, tidak demikian dengan masyarakat yang tinggal di kota atau di daerah padat penduduk. Masyarakat kota dan daerah padat penduduk menghasilkan banya sekali sampah. Sampah segera menumpuk jika tidak segera diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Pemerintah, dalam hal ini adalah Dinas Kebersihan, memikul tanggung jawab dalam mengelola sampah. Sampah yang menumpuk menimbulkan bau tidak sedap. Sampah yang ditumpuk dapat menjadi sumber berbagai penyakit menular. Misalnya, muntah berak (muntaber), penyakit kulit, paru- paru, dan pernapasan. Karena itu, kalau kamu perhatikan, di lingkungan tempat tinggalmu ada selalu ada petugas sampah. Setiap bulan orang tuamu membayar iuran sampah. Pernahkah kamu mengalami keadaan di mana sampah tidak diangkut lebih dari satu minggu? Lingkungan menjadi bau, bukan? Bagaimana Pak RT dan masyarakat di lingkunganmu memecahkan masalah ini? Masalah lain berkaitan dengan sampah adalah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan. Di banyak tempat banyak warga yang biasa membuang sampah ke sungai dan saluran air. Sungai dan aliran air menjadi mampet. Akibatnya, sering terjadi banjir jika hujan lebat.
Semua warga masyarakat harus ikut serta mengelola sampah. Warga bisa mengurangi masalah sampah dengan tertib mengelola sampah. Kita biasakan untuk memisahkan sampah plastik dari sampah basah. Kemudian kita menaruh sampah di tempat semestinya.
4.       Pencemaran lingkungan

Kamu sudah pernah belajar masalah pencemaran di Kelas 3. Apakah kamu masih ingat macam-macam pencemaran? Ada pencemaran air dan pencemaran udara. Apa yang menyebabkan pencemaran air seperti sungai, danau, waduk, dan laut? Perairan bisa tercemar karena ulah manusia, misalnya membuang sampah ke sungai dan menangkap ikan dengan menggunakan pestisida. Sungai, danau, atau waduk juga menjadi tercemar kalau pabrik-pabrik membuang limbah industri ke sana. Pencemaran mengakibatkan matinya ikan dan makhluk lainnya yang hidup di air. Akhirnya, manusia juga menderita kerugian.
     
Pencemaran udara disebabkan asap kendaraan bermotor dan asap pabrik-pabrik. Kamu yang tinggal di kota pasti menghadapi masalah ini setiap hari. Kalau kamu habis jalan-jalan, coba usaplah wajahmu dengan kapasbersih. Apa yang kamu lihat pada kapas itu? Kapas itu akan menjadi hitam karena kotoran yang ada di wajahmu. Kotoran itu berasal dari debu dan asap kendaraan bermotor. Udara yang kita hirup adalah udara yang sangat kotor. Bayangkan apa yang terjadi dengan paru-paru kita, kalau kita menghirup udara yang sangat kotor seperti itu. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi pencemaran udara. Misalnya, membuat taman kota dan menanam pohon sebanyak-banyaknya. Kita sebagai warga negara sebaiknya ikut serta dalam program ini. Selain itu, kalau kita memiliki kendaraan bermotor, usahakan supaya kendaraan tersebut layak dipakai. Jangan sampai kendaraan milik kita mengeluarkan banyak asap. Kalau bepergian ke mana-mana, sebaiknya menggunakan kendaraan umum. Jumlah kendaraan di jalan jadi berkurang.

5.       Kebakaran

Masalah sosial lainnya yang juga sering dihadapi warga masyarakat di lingkunganmu adalah kebakaran. Siapa yang pernah melihat kebakaran? Kebakaran apa yang kamu saksikan itu? Apakah rumah atau hutan dan semak belukar? Apa yang terjadi ketika kebakaran? Api melahap segala sesuatu dengan cepat, bukan? Kebakaran yang terjadi di masyarakat umumnya merupakan kebakaran pemukiman. Sebuah rumah terbakar dan menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Penyebabnya antara lain kompor meledak dan sambungan arus pendek (korsleting) listrik. Karena itu, masyarakat harus sangat hatihati dengan dua hal ini. Kebakaran pemukiman kumuh dan padat penduduk umumnya merusak sebagian bahkan seluruh rumah yang ada di sana. Ini disebabkan karena bahan-bahan yang dipakai untuk membangun rumah memang mudah terbakar. Selain itu, jalan masuknya sempit sehingga sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran.
Kebakaran pemukiman sangat menyusahkan warga. Kita harus berusaha mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan kita. Caranya antara lain sebagai berikut.
1. Merawat kompor supaya layak pakai dan tidak bermasalah.
2. Merawat jaringan listrik. Kabel yang mulai mengelupas diganti.
3.  Mematikan kompor setelah memasak.
4. Berhati-hati menggunakan lilin dan korek api.

Kebakaran hutan sering terjadi pada musim kemarau. Asap kebakaran hutan banyak sekali. Asap kebakaran hutan mengganggu kesehatan dan lalu lintas. Selain itu, kawasan hutan akan semakin berkurang. Kalau terjadi kebakaran, segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran terdekat. Warga juga harus saling membantu memadamkan api. Dan yang juga penting adalah mencegah terjadinya kekacauan atau aksi pencurian yang biasanya ikut terjadi pada saat terjadi kebakaran.

6.   Rusaknya atau buruknya fasilitas umum

Coba sebutkan apa saja fasilitas umum di lingkunganmu? Beberapa fasilitas umum yang mudah dijumpai adalah sarana transportasi (kereta api, bis, angkot, kapal laut, kapal terbang), sarana pendidikan (sekolah), sarana kesehatan (Puskesmas, balai kesehatan ibu anak, Posyandu, rumah sakit), dan sarana hiburan (rekreasi). Bagaimana keadaan fasilitas umum ini di lingkunganmu? Apakah dalam keadaan baik atau rusak? Apa yang kamu lakukan kalau melihat fasilitas umum dalam keadaan rusak?

Mengapa buruknya fasilitas umum menjadi masalah sosial? Fasilitas umum digunakan secara bersama oleh masyarakat. Kalau fasilitas umum itu rusak, maka masyarakat tidak bisa menggunakannya. Apa yang terjadi jika bis-bis dan angkot rusak? Apa yang terjadi ketika kereta api rusak atau anjlok? Ratusan bahkan ribuan warga masyarakat terlantar. Mereka tidak bisa bepergian ke tempat lain. Mereka juga pasti menderita kerugian yang sangat besar. Coba kamu perhatikan keadaan fasilitas umum di lingkunganmu. Banyak fasilitas umum dalam keadaan rusak atau tidak terpelihara, bukan. Banyak sarana transportasi seperti bus, kereta api, dan kapal sudah tua dan kotor. Demikian juga fasilitas-fasilitas sosial lainnya seperti telpon umum, WC umum, tempat hiburan dan rekreasi, dan sebagainya. Fasilitas umum memang dipelihara dan dijaga oleh pemerintah. Meskipun demikian, masyarakat harus membantu merawat dan menjaga supaya tidak cepat rusak. Kalau ada fasilitas umum yang rusak, hendaknya segera melapor ke pihak berwenang.
Perilaku tidak disiplin

Dalam hidup sehari-hari kita menjumpai banyak sekali perilaku tidak disiplin. Kita ambil contoh keadaan di jalan raya. Salah satu penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas adalah perilaku tidak disiplin. Contoh perilaku tidak disiplin di jalan raya antara lain sebagai berikut.
1. Menjalankan kendaraan melawan arus. Hal ini umumnya dilakukan pengendara sepeda motor.
2. Mengendarai sepeda motor di tempat yang bukan semestinya, misalnya di trotoar dan jalur cepat.
3. Pengandara mobil yang parkir sembarangan.
4. Angkot dan bis sering berhenti di sembarang tempat untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.
5. Pejalan kaki menyebrang jalan meskipun rambu untuk pejalan kaki menyala merah. Banyak juga pejalan kaki yang menyeberang bukan pada tempat semestinya.

Masih banyak lagi contoh perilaku tidak disiplin dalam masyarakat. Misalnya perilaku tidak disiplin menempatkan sampah, tidak disiplin membayar pajak, tidak disiplin dalam antre, dan lain-lain. Coba kamu sebutkan tiga lagi contoh perilaku tidak disiplin di lingkunganmu.

8.       Penyalahgunaan narkoba dan alkohol

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. Narkotika adalah obat untuk menenangkan syaraf, menghilangkan rasa sakit, dan meningkatkan rangsangan, contohnya morfin, heroin, dan kokain. Zat-zat yang tergolong narkoba umumnya dipakai dalam dunia medis. Siapa pun yang menggunakannya untuk tujuan di luar tujuan pengobatan (medis) tergolong tindakan yang salah. Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah sosial yang sangat serius. Pemakai narkoba akan kecanduan. Zat-zat itu perlahan-lahan merusak tubuh pemakainya. Banyaknya peredaran narkoba dan penyalahgunaan narkoba sangat meresahkan.
Negara kita memiliki hukum yang sangat keras yang mengatur peredaran narkoba. Siapa yang berani mengedarkan narkoba jenis apapun akan dihukum sangat berat. Mereka yang menggunakannya pun bisa dihukum. Demikian pula penggunaan alkohol. Agama telah melarang umatnya untuk mengkonsumsi alkohol. Negara kita juga memiliki undang-undang yang melarang penjualan alkohol di sembarang tempat. Meskipun demikian, masih ada banyak orang yang menyalahgunakan alkohol. Kamu tahu apa yang terjadi kalau orang terlalu banyak minum alkohol? Orang itu akan mabuk. Dalam keadaan mabuk, orang bisa melakukan apa saja, termasuk kejahatan. Keadaan ini tentu akan mengganggu ketertiban masyarakat.

Apa yang harus dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan narkoba dan alkohol? Masing-masing kita menahan diri untuk tidak menggunakannya. Kita juga mengingatkan saudara-saudara kita, teman, atau orang lain untuk menghindari hal ini. Kalau melihat ada penyalahgunaan narkoba, kita bisa melapor ke pihak berwajib.

9.       Pemborosan energi

Sumber energi berupa bahan bakar (minyak bumi, gas alam, dan batu bara) suatu ketika akan habis. Sumber energi ini tidak dapat diperbarui. Karena itu, kita harus hemat memakainya supaya sumbersumber energi ini tidak cepat habis. Coba perhatikan keadaan di rumahmu? Apakah keluargamu termasuk orang yang menghemat energi? Bagaimana keluargamu memakai listrik? Bagaimana keluargamu memakai bahan bakar bensin atau solar? Apakah kamu memiliki mobil atau sepeda motor? Apakah dalam menggunakan bahan bakar bensin dan solar, orang tuamu termasuk orang yang boros. Kita bisa belajar menjadi hemat dalam menggunakan energi. Contoh cara menghemat energi antara lain sebagai  berikut.
1. Mematikan lampu-lampu yang tidak diperlukan.
2. Bepergian naik kendaraan umum atau sepeda.
3. Memanfaatkan sumber energi alternatif misalnya dari tumbuhtumbuhan, angin, air, dan matahari.

1   . Kelangkaan barang-barang kebutuhan 
Apa yang dirasakan ibumu ketika sulit mendapatkan beras? Tentu akan cemas, bukan? Dalam masyarakat kita beberapa kali terjadi kelangkaan barang kebutuhan tertentu. Beberapa waktu yang lalu masyarakat kesulitan mendapatkan kedelai. Akibatnya, kegiatan industri berbahan baku kedelai, seperti industri tahu, tempe, susu kedelai, dan kecap terganggu. Barang-barang kebutuhan yang sering langka antara lain minyak tanah dan minyak sayur. Kelangkaan barang-barang kebutuhan sehari-hari meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, kelangkaan barang-barang termasuk masalah sosial. Pemerintah mempunyai tugas memastikan bahwa persediaan barang-barang kebutuhan sehari-hari cukup


Selasa, 09 September 2014

teori belajar

1 komentar
TEORI BELAJAR
1. PENGERTIAN TEORI BELAJAR
Teori belajar adalah teori yang pragmatik dan eklektik. Teori dengan sifat demikian ini hampir dipastikan tidak pemah mempunyai sifat ekstrim. Tidak ada teori belajar yang secara ekstrim memperhatikan aspek mahasiswa saja, misalnya. Atau teori belajar yang hanya mementingkan aspek dosen saja, kurikulurn saja, dan sebagainya.

titik fokus yang menjadi pusat perhatian suatu teori menurut berbagai aiiran, psikologi yang mempengaruhi teori¬teori tersebut. Ada pula yang mengelompokkannya menurut titik fokus dari teori-teori tersebut. Bahkan ada yang menggolong-gollongkan teori belajar menurut ahli yang mengembangkan teori-teori itu. Tak jadi soal taksonomi mana yang kita ikuti. Yang penting kita menyadari bahwa sebuah taksonomi adalah tak lebih dari suatu usaha untuk menyederhanakan permasalahan serta mempermudah pembahasannya.
Dalam hal ini, secara umum, semua teori belajar dapat Alta kelompokkan menjadi empat golongan atau aliran. yaitu aliran tingkah laku, kognitif, humcnistik, dan sibernetik. Aliran tingkah laku menekankan pada "hasil" dari proses belajar. Aliran kognitif menekankan pada "proses" belajar. Aliran humanis menekankan pada "isi" atau apa yang dipelajari. Dan aliran sibernetik menekankan pada "sistem informasi" yang dipelajari. Kita kaji keempat teori ini satu per satu.

A. Aliran Tingkah Laku
Menurut aliran tingkah laku, belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Atau lebih tepat: perubahan yang dialami mahasiswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus clan respon. Meskipun semua penganut aliran ini setuju dengan premis dasar ini, namun mereka berbeda pendapat dalam beberapa hal penting.

B. Thorndike
Belajar, adalah poses interaksi antara stimulus (yang mungikin berupa pikiran, perasaan, atau gerakan) dan Respon (yang juga bisa berbentuk pikiran, perasaan, atau gerakan). Jelasnya. menurut Thorndike, perubahan tingkah laku itu boleti berwujud sesuatu yang konkret (dapat diamati), atau, yang non-konkret (tidak dapat diamati).
Meskipun Thorndike tidak menjelaskan bagaimana caranya mengukur berbagai tingkah laku yang non-konkret itu (pengukuran adalah satu hal yang menjadi obsesi semuapenganut aliran tingkah laku), tetapi teori Thorndike ini telah banyak memberikan inspirasi kepada pakar lain yang datang sesudahnya. Teori thorndike ini juga di sebut sebagai aliran "koneksionis" (Connectionism).

C. Watson
Watson mengabaikan berbagai perubahan mental yang mungkin terjadi dalam belajar dan menganggapnya sebagai faktor yang tak perlu diketahui. bukan, berarti semua perubahan mental yang terjadi dalam benak mahasiswa tidak penting. Semua itu penting. Tapi,
faktor-faktor tersebut tidak dapat menjelaskan apakah proses belajar sudah tetadi atau belurn
kita lihat disini, penganut aliran tingkah lake lebih senang memilih untuk tidak memikirkan hal-hal yang tidak dapat diukur, meskipun mereka tetap mengakui bahwa semua hal itu penting. Teori Watson ini juga disebut sebagai aliran TingkahLake (Behaviorism)
tiga pakar lain adalah Clark hull, Edwin Guthrie, dan B. F. Skiners terakhir ini juga menggunakan variabel Stimulus-Respon untuk menjelaskan teori-teori mereka. Namun, meskipun ketiga pakar ini mendapat julukan yang sama, yaitu pendiri Aliran Tingkah Laku Baru (Neo Behaviorist), mereka, berbeda sate sama lain dalam beberapa hal prinsipil.

D. Clark Hull
Clark Hull sangat terpengauh oleh teori evolusi yang dikembangkan oleh Charles Darwin. Bagi Hull, seperti dalam teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga kelangsungan hidup. Karena itu, dalam teori Hull, kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis menempati posisi sentral. Stimulus hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis ini, meskipun respon mungkin berrmacam-macam bentuknva.

E. Edwin Guthrie
Menurut Edwin Guthrie, stimulus tidak harus berbentuk kebutuhan biologis. Hal penting dalam teori Guthrie adalah, bahwa hubungan antara stimulus dan respon cenderung bersifat sementara. Karena itu, diperlukan pemberian stimulus yang sering agar hubungan itu menjadi lebih langgeng. Selain itu, suatu respon akan lebih kuat (dan bahkan menjadi kebiasaan) bila respon tersebut berhubungan dengan berbagai macam stimulus.
Guthrie juga Percaya bahwa "hukuman" memegang peran penting dalam proses belajar. Menurut Guthrie, suatu hukuman yang diberikan pada saat yang tepat, akan mampu merubah kebiasaan seseorang. Kelak, faktor hukuman ini tak Lagi dominan dalam teori-teori tingkah lake, terutama setelah kroner makin mempopulerkan ide tentang "penguat"
(reinforcement).
Dari semua pendukung teori tingkah laku, mungkin. teori Skinner-lah yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori belajar. Beberapa program pembelajaran seperti Teaching Machine, Mathematics, atau program-program lain yang memakai konsep stimulus, respon, dan faktor "penguat" (reinforcement), adalah contoh¬contoh program yang memanfaatkan teori Skinner ini.

F. Skinner
Skinner, yang datang kemudian, mempunyai pendapai lagi, yang temyata mampu mengalahkan pamor teori teori Hull dan Guthrie. Hal ini mungkin karena kemampuan Skinlner dalam "menyederhanakan" kerumitan teorinya Berta menjelaskan konsep-konsep, yang ada dalam teorinya itu. Dari semua pendukung teori tingkah laku, mungkin. teori Skinner-lah yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori belajar. Beberapa program pembelajaran seperti Teaching Machine, Mathematics, atau program-program lain yang memakai konsep stimulus, respon, dan faktor "penguat" (reinforcement), adalah contoh¬contoh program yang memanfaatkan teori Skinner ini.

G. Kritik Terhadap Teori Tingkah Laku
Sudah terang bahwa teori tingkah laku ini tidak bebas Bari lkritik. Teori tingkah laku ini dikritik karena sering tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks. sebab banyak hal di dunia pendidikan yang tidak dapat diubah menjadi sekedar hubungan stimulus dan respon.
Kita ambil contoh, suatu saat, seorang mahasiswa mau belajar giat setelah diberi stimulus tertentu. Tetapi karena satu dan lain hal, mahasiswa tersebut tiba-tiba tidak mau belajar lagi, padahal kepadanya sudah diberikan stimulus yang sama atau yang lebih balk dari itu. Di sinilah persoalannnya. ternyata teori tingkah lake ini dianggap tidak mampu menjelaskan alasan-alasan yang mengacaukan hubungan stimulus dan respon tersebut. Tentu saja kita dapat mengganti stimulus dengan stimulus lain sampai kita mendapatkan respon yang kita inginkan. Tetapi kita tahu hal ini belum menjawab pertanyaan yang sebenarnya.

H. Aliran Kognitif
Teori kognitif, sebaliknya, lebih rnementingkan proses belajar daripada hasii belajar itu sendiri. Bagi penganut aliran ini. belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon. Lebih dari itu, belajar melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks teori ini sangat erat berhubungan dengan teori sibernetik.

I. Piaget
Menurut Jean Piaget (salah satu penganut aliran kognitif yang kuat), proses belajar sebenarnya terdiri tiga tahapan, yakni asimilasi, akomodasi, dan equilibrasi (penyeimbangan). Proses asimilasi adalah proses penyatuan (pengintegrasian) informasi baru. ke struktur kognitif yang sudah ada dalam benak mahasiswa. Proses akomodasi adalah penyesuaian struktur kognitif ke dalam situasi yang baru. Proses equilibrasi adalah penyesuaian berkesinambungan antara asimilasi dan akomodasi.
Katakanlah seorang mahasiswa yang sudah mengetahui prinsip penjumlahan. Jika dosennya memperkenalkan prinsip perkalian, maka proses pengintegrasian antara prinsip penjumlahan (yang sudah ada di benak mahasiswa) dengan prinsip perkalian (sebagai inforrnasi baru), inilah yang disebut proses asimilasi.

J. Ausubel
Menurut Ausubel, mahasiswa akan belajar dengan baik jika apa yang disebut "pengatur kemajuan. (belajar)" (Advance Organizers) didefinisikan dan dipresentasikan dengan baik dan tepat kepada mahasiswa. Pengatur kemajuan belajar adalah konsep atau informasi umum yang mewadahi (rnencakup) semua isi pelajaran yang akan diajarkan kepada mahasiswa.
Ausubel percaya bahwa "advance organizers" dapat memberikan tiga macam manfaat, yakni:
1. dapat menyediakan suatu kerangka konseptual untuk materi pelajaran yang akan dipelajari oleh mahasiswa;
2. dapat berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara apa yang sedang dipelajari mahasiswa "saat ini" dengan apa yang "akan" dipelajari; sedemikian rupa sehingga
3. mampu membantu mahasiswa untuk memahami bahan belajar secara lebih mudah. Untuk itu, pengetahuan dosen terhadap isi mata pelajaran harus sangat baik. Hanya dengan demikian seorang dosen akan mampu menemukan informasi, yang menurut Ausubel "sangat abstrak, umum, dan inklusif", yang mewadahi apa yang akan diajarkan itu. Selain itu, logika berpikir dosen juga dituntut sebaik mungkin. Tanga memiliki logika berpikir yang baik, maka dosen akan kesuiitan memilah-milah materi pelajaran, merumuskannya dalam rumusan yang singkat dan padat. serta mendosentkan materi demi materi itu ke dalam struktur urutan yang logis dan mudah dipahami.

K. Bruner
Bruner mengusulkan teorinya yang disebut free discovery learning. Menurut teon ini, proses belajar akan bedalan dengan baik dan kreatif jika dcsen memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menemukan suatu aturan (termasuk konsep, teori, definisi, dan sebagainya) melalui contoh-contoh yang menggambarkan (mewakili) aturan yang menjadi sumbernya.

L. Kritik Terhadap Teori Kognitif
Teori kognitif, terutama teori yang dikembangkan oleh Piaget, sexing dikritik karena sukar dipraktekkan (terutama di tingkat-tingkat lanjut). Selain itu, beberapa konsep tertentu (seperti intelejensia, belajar, atau pengetahuan) yang mendasari teori ini sukar dipahami, dan pemahaman itu sendiri pun masih belum tuntas.

M. Aliran Humanistik
Teori jenis ketiga adalah teori humanistik. Bagi penganut teori ini, proses belajar hares berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. Dari keempat teori belajar, teori humanistik inilah yang paling abstrak, yang paling mendekati dunia filsafat daripada dunia
pendidikan.
Meskipun teori ini sangat menekankan pentingnya "isi" dari proses belajar, dalam kenyataan teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal.

N. Bloom dan Krathwohl
Dalam hal ini, Bloom dan Krathwohl menunjukkan apa yang mungkin dikuasai (dipelajari) oleh mahasiswa, yang tercakup dalam tiga kawasan, yaitu:

1. Kognitif, yang terdiri dari enam tingkatan:
• Pengetahuan (mengingat, menghafal);
• Pemahaman (menginterpretasikan);
• Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecahkan suatu masalah);
• Analisis (menjabarkan suatu konsep);
• Sintesis (menggabungkan bagian konsep menjadi suatu konsep utuh);
• Evaluasi (membandingkan nilai-nilai, ide, metode, dan sebagainya).

2. Psikomotor, yang terdiri dari lima tingkatan:
• Peniruan (menirukan gerak);
• Penggunaan (menggunakan konsep untuk melaku¬kan gerak;
• Ketepatan (melakukan gerak dengan benar);
• Perangkaian (melakukan beberapa gerakan sekaligus dengan benar);
• Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar).
3. Afektif, yang terdiri dari lima tingkatan:
• Pengenalan (ingin menerima, sadar akan adanya sesuatu);
• Merespon (aktif berpartisipasi);
• Penghargaan (menerima nilai-nilai, setia kepada nilai¬nilai tertentu);
• Pengorganisasian (menghubungkan-hubungkan n nil a nilai yang dipercayai);
• Pengamalan (menjadikan nilai-nilai sebagai bagian dari pola hidup).

Taksonomi Bloom, seperti yang telah kita ketahui, berhasil memberi inspirasi kepada banyak pakar lain untuk mengembangkan teori-teori belajar dan pembelajaran. Pala tingkatan yang lebih praktis, taksonorn! ini telah banyak membantu praktisi pendidikan untuk memformulasikan tujuan-tujuan belajar dalam bahasa yang mudah dipahami, operasional, serta dapat diukur.
Dari beberapa taksonomi belajar, mungkin taksonomi Bloom inilah yang paling populer (setidaknya di Indonesia).

O. Kolb
Sementara itu, seorang ahli lain yang bernama Kolb membagi tahapan belajar menjadi empat, yaitu:
1. Pengalaman Konkrit.
2. Pengamatan aktif dan reflektif.
3. Konseptualisasi.
4. Eksperimentasi aktif.

P. Honey dan Mumford
Berdasarkan teori Kolb ini, Honey dan Mumford membuat penggolongan mahasiswa. Menurut mereka, ada empat macaw atau tipe mahasiswa, yakni aktiuis, refiektor, teoris, dan pragmatic.
Mahasiswa tipe aktivis adalah mereka yang suka melibatkan din pada penglaman-pengalaman bare. Mereka cenderung berpikiran terbuka dan mudah diajak berdialog. Namun mahasiswa semacam ini biasanya kurang skeptis terhadap sesuatu. Ini kadangkala identik dengan sifat mudah percaya. -Dalam proses belajar, mereka menyukai metode yang mampu mendorong seseorang menemukan hal-hal baru, seperti brainstorming atau problem soloing. Tetapi mereka cepat merasa bosan dengan hal-hal yang memerlukan waktu lama dalam implementasi.

Q. Habermas
Habermas percaya bahwa belajar sangat dipengaruhi oleh interaksi, baik dengan lingkungan maupun dengan sesama manusia. Dengan asumsi ini, dia membagi tipe belajar menjadi tiga macaw, yaitu:
1. belajar teknis (technical learning):
2. belajar praktis (practical learning);
3. belajar emansipatoris (emancipatory learning).

Dalam "belajar teknis", mahasiswa belajar bagaimana berinteraksi dengan alarn sekelilingnya. Mereka berusaha menguasai dan mengelola alam dengan cara mempelajari keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk itu.

R. Krifik Terhadap Teori Humanistik
Teori humanistik Bering dikritik karena sifatnya yang terlalu deskriptif (meskipun sernua teori belajar sebenarnya bersifat deskriptif; lain dengan teori pembelajaran, atau disebut juga teori instruksional, yang lebih bersifat
preskriptif). Kelemahan lain adalah sukarnya menterjemahkan teori ini ke langkah-langkah yang lebih praktis dan konkrit.
Tapi, karena sifatnya yang deskriptif ituiah maka teori ini seolah member; arch proses belajar. Semua tujuan pendidikan bersifat ideal, dan teori humanistik inilah yang menjelaskan bagaimana tujuan ideal itu seharusnya.
Seperti teori-teori belajar yang lain, teori humanistik akan sangat membantu kita memahami proses belajar Berta melakukan proses belajar dalam dimensi yang lebih lugs, jika kita mampu menempatkannya pada konteks yang tepat.

S. Aliran Sibernetik
Teori belajar jenis keempat, mungkin yang paling baru dari semua teori belajar yang kita kenal, teori belajar ini adalah teori sibernetik. Teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu informasi. Menurut teori ini, belajar adlah pengolahan informasi.
Sekiias, teori ini mempunyai kesamaan dengan teori kognitif Yang mementingkan proses. Proses memang penting dalam teori sibernetik. Namur, yang lebih penting lagi adalah sistem informasi" yang diproses itu. Informasi inilah yang menentukan proses.

T. Landa
Menurut Landa, ada dua macam proses berpikir. Pertama disebut proses berpikir algoritmik, yaitu proses berpikir linier, konvergen, lurus menuju ke satu target tertentu. Kedua adalah cara berpikir heuristik, yakni cara berpikir divergen, menuju ke beberapa target sekaligus.
Proses belajar akan berjalan dengan baik jika spa yang hendak dipelajari itu atau masalah yang hendak dipecahkan (atau dalam istilah yang lebih teknis: sistem informasi yang hendak dipelajari) diketahui ciri-cirinya. Satu hal lebih tepat disajikan dalam urutan teratur, linier, sekuensial, satu hal lain lebih tepat bila disajikan dalam bentuk "terbuka" dan memberi keleluasaan kepada mahasiswa untak berimajinasi dan berpikir.

U. Pask dan Scott
Pendekatan serialis Yang diusulkan oleh Pask dan Scott itu sama dengan pendekatan algoritmik. Namun, cara berpikir "menyeluruh" (Wholist) tidak sama dengan heuristik. cara berpikir menyeluruh adalah befikir yang cenderung melompat ke depan, langsung ke "gambaran Iengkap" sebuah sistem informasi. lbarat melihat lukisan bukan detil¬detil yang kita arnati lebih dahulu, tapi seluruh lukisan itu sekaligus, baru sesudah itu ke bagian-bagian yang lebih kecil.

V. Kritik Terhadap Teori sibernetik
Teori sibernetik dikritik, sebab tidak membahas proses belajar secara langsung sehingga hal ini menyulitkan penerapannya. Karena alasan ini pula, maka kita mendapat kesulitan untuk menggolongkan, apakah teori sibernetik ini lebih dekat ke teori konformis, atau ke teori liberal.
Jika teori humanis lebih, dekat ke dunia filsafat, teori sibernetik ini lebih dekat ke psikologi dan informasi. selain itu, pemahaman kita terhadap mekanisme ke: j4a utak Vang masih terbatas mengakibatkan pengetahuan kita tentang bagaimana infon-nisi itu diclah juga menjadi sangat terbatas.

Karena alasan ini pula, maka banyak pakar mendapat ilham untuk (makin) mengembangkan teori kognitif. Jika teori sibernetik lebih tertarik kepada kerja otak. Teori kognitif lebih tertarik kepada hasil kerja otak itu. Seperti kata seorang pakar kognitif: "untuk menemukan perhitungan akar 437, misalnya, apakah kita perlu tahu lebih dahulu bagaimana sebuah kalkulator bekeja?" Pendeknya, untuk mengembangkan suatu teori belajar, kita tak harus mengetahui seluk beluk kerja otak kita sampai ke detil-detilnya.


 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com